Bismillah
Point to ponder
A great philosophy about life based on a true great history in life
Everything I need to know about life, I learned from Noah's Ark
One : Don't miss the boat
Two : Remember that we are all in the same boat
Three : Plan ahead. It wasn't raining when Noah built the Ark
Four : Stay fit. When you're 600 years old, someone may ask you to do something really big
Five : Don't listen to critics ; just get on with the job that needs to be done
Six : Build your future on high ground
Seven : For safety's sake, travel in pairs
Eight : Speed isn't always an advantage. The snails were on board with the cheetahs
Nine : When you're stressed, float a while
Ten : Remember, the ark was built by amateurs ; the Titanic by professionals
Eleven: No matter the storm, when you're with God, there's always a rainbow waiting
Life is all about choices..
Wallahua'lam
Lecture On fikir

Musim peperiksaan semakin hampir. Masa yang ada kurang daripada sebulan. Buku yang menanti setia menagih kasih daripada sang pemilik. Setiap hari yang berlalu bagaikan kilat yang menyambar, sekelip mata hilang dari pandangan. Di sana sini manusia asyik bertanya. Kuharapkan pertanyaan yang bersifat kemanusiaan itu diiringi dengan sekalung doa yang berterusan buat kami. Moga kalian mendapat seperti apa yang kalian doakan untuk kami. Itu janjiNya.
‘Ala kulli hal, syukran kathiran.
Umur terlalu pendek untuk disia-siakan. Masa terlalu laju untuk dikejar.
Ianya pasti akan berlalu. Manusia tidak bisa memintasnya, ianya milik Allah. Apa yang ada sekarang harus dihargai. Menghargainya demi sebuah ketaatan yang berterusan dalam setiap tindakan. Hasilnya, keberkatan dan rahmat dariNya. Hati menjadi tenang kerana sentiasa merasa di dalam pelukan kasihNya. Itulah yang dicari. Ketenangan yang dianugerahkan akan menghasilkan buah yang baik dan kebun yang subur.
Ketahuilah bahawa kebaikan itu ada tiga : ucapan, penglihatan dan diam. Barangsiapa yang ucapannya selain zikir, maka dia telah melakukan sesuatu yang sia-sia. Barangsiapa yang pandangannya bukan untuk mengambil pelajaran, maka sesuangguhnya dia telah lupa. Dan barangsiapa yang diamnya tidak berfikir tentang kebenaran, maka dia telah tenggelam dalam perkara-perkara yang tidak serius.
Manfaatkanlah masa yang ada, kerana tidak setiap waktu memberikan yang terbaik dan setiap yang luput tidak akan berjaya diperolehi kembali.
seringkali kita memohon keselamatanNya
pabila bahaya menimpa diri
tetapi di saat bahaya telah berlalu
kita melupakannya…
saat belayar kita memohon
agar Dia menyelamatkan perahu kita
dan di saat kita kembali ke pantai
kita menderhakaiNya semula…
kita dapat terbang dengan aman dan nyaman
tanpa khuatir akan jatuh
kerana yang memelihara kita dari terjatuh
adalah Allah…
Lecture On uncategorized
| Female Chauvinism? | | | |
| Written by Henry Makow iNarrators.com | |
| Friday, 21 March 2008 | |
| WHAT? Women Attacking Men? It's moderately common to find girls wearing anti-male, hate clothing. . . K-12 in over 200 schools and in over 1000 classrooms in a large Canadian city. I can report that the education system has been taken over by feminists and lesbians who preach a daily diet of hate, violence and discrimination against males despite pretenses of “tolerance” “non violence” and “inclusiveness.” What's happening to the world?? |
Lecture On fikir
Bismillah
"Akak, ada kat situ ke? Kalau dah online nanti buzz saya, ye"
Hmm.. budak ni, mesti ada kerja dia nak bagi, tak pun nak mintak tolong.
Malam itu, saya mem'buzz' sahabat tadi. Berkali-kali
Tiada jawapan...
Mungkin takde apa-apa kot.. takpelah..
Pagi ini, saya cuba sekali lagi untuk mem'buzz' sahabat tadi. Manalah tahu, kalau takde apa-apa pun, boleh jugak chatting sembang-sembang kejap sebelum pergi round pagi ni..
"sori, akk.. semalam tido awal, nak tanya .. akk kenal tak ******* ******"
"macam kenal.. yang ***** tu eh?"
"aah"
(owh, i felt bad about this.. nape dengan dia?)
konon-konon nak tenangkan diri, saya mulalah nak menaip "dia nak datang sini ke..?"
tapi belum sempat nak send...
"saya dapat berita ayah dia meninggal semalam , dalam tido"
I was shocked
"Innalillahi wainnailaihi rajiun"
"Bukan tu je, mak dia baru je meninggal bulan 12 lepas"
I was extremely shocked!
"Adik beradik dia 10 orang"
Now, please don't tell me she is the first in her family. At least please mention that she has a big brother or sister to rely upon!
Tak sempat nak tenangkan diri...
"Dia anak sulung!"
Owh, only Allah knows how extremely shocked I was!!
In a blink of an eye, she lost her parents.. Masya Allah
She is an orphan, at 19 years old... Masya Allah
And she is the mother and the father of her 9 brothers and sisters at home... Masya Allah
All of a sudden!!
Masya Allah
Masya Allah
Masya Allah
What a big, heavy calamity she is facing right now
I have no words to reflect my feeling at that time
I was thinking to see her at the moment, so that i can hug her, share her tears, console her, help her...
BUT I CANT!
Masya Allah
Masya Allah
Masya Allah
Allah Maha Besar, Maha Kuasa atas segalanya...
And I can't imagine how I would be if I were in her shoes
"Akak doakanlah ye"
"Allah Maha Mengetahui, Dia PILIH yang MAMPU je" dalam sedih , saya cuba tenangkan diri.. sekali lagi.
"Aah, memang insan terpilih tu, jauh lagi perjalanan dia dan adik-adik dia, semoga dia kuat, Allah sayang sangat-sangat kat anak-anak yatim"
Saya mengiyakan...
Jauh lagi perjalanan dia dan adik-adiknya...
Bersama siapa mereka selepas ini?
Semoga Allah datangkan bantuan untuk anak-anak yatim yang Allah sayang ini..
Allah lah Penjaga dan Pemelihara mereka
Ya Allah, tiada terlintas di hati kami untuk bersangka buruk denganMu, tetapkan kami dalam bersangka baik denganMu, Kau Maha Mengetahui , Maha Bijaksana dalam segala perancanganMu,
Andai ujian yang Kau turunkan ini untuk menguji kesabaran hamba-hambaMu, kurniakanlah pahala sabar bagi mereka, berilah mereka kekuatan menghadapi ujianMu, sayangilah mereka dengan rahmatMu, kuatkan iman mereka, tetapkan keyakinan mereka terhadap qada dan qadar yang telah Kau tetapkan atas mereka..
Ya Allah, kurniakanlah sifat mukmin sejati pada mereka, beramal soleh dan mendoakan kedua orang tua mereka, agar menjadi amalan berpanjangan buat ibu bapa mereka di alam barzakh sana..
Ya Allah, andai di dunia ini mereka dipisah-pisahkan, dengan zatMu yang Maha Agung, kumpulkan dan satukanlah mereka di akhirat sana di dalam rahmat syurgaMu, biar kebahagiaan abadi bisa mereka kecapi bersama selamanya...
Hidup di dunia tak kekal
Hidup di akhirat tiada penghujungnya
Kebahagiaan di akhirat matlamat utama..
Bersyukurlah, kawan-kawan
Kita masih punya seseorang
Ayah, ibu...
Peluang untuk kita curahkan bakti sebanyak dan sebaik mungkin pada mereka
Sayangi mereka selagi mereka masih dapat kita lihat, kita sentuh, kita peluk, kita cium kerana mereka berhak mendapat yang terbaik daripada anak mereka...
Jangan mudah mengeluh..
Baru berjauhan sedikit , "homesicklaa" (walaupun itu ayat yang sering saya ungkap pada ibu bapa di rumah)
Kita lupa pada mereka yang sudah tiada peluang untuk meluah rasa rindu dan sayang pada orang tua..
Kita lupa pada mereka yang sudah tiada peluang bersua muka dengan ibu bapa mereka selamanya..
Hanya kalungan doa merawat rasa rindu agar mereka bahagia di alam barzakh, dengan seribu satu pengharapan semoga bertemu semula di syurga sana...
Kita lupa untuk bersyukur... ampunkan, Ya Allah...
Dan janganlah Kau bebankan ke atas kami, bebanan dan ujian yang tidak termampu kami tanggung...
Kematian- Satu Pengajaran
"Akak doakanlah ye" masih terngiang-ngiang ayat itu..
Mari semua kita doakan bersama...
Wallahua'lam
** Takziah juga buat almarhumah nenek seoarang sahabat kita yang baru kembali ke rahmatullah..sedekahkan al-Fatihah..
Lecture On diary
Bismillah
Tidak ramai yang mengingatinya, termasuk saya. Terima kasih kepada sahabat yang mengingatkan. Semoga perjuangan dan kecekalan hati tokoh yang akan disebutkan ini dalam memperjuangkan syiar Islam di tanah airnya, menjadi sumber inspirasi kepada kita semua untuk memperjuangkan Islam di seluruh dunia.
Hamas adalah singkatan dari: ”Harakah al-Muqawamah al-Islamiyah” (Gerakan
Perlawanan Islam). Hamas merupakan gerakan perlawanan rakyat nasional yang
bergerak demi menciptakan situasi yang kondusif untuk merealisasikan
kemerdekaan rakyat Palestina, membebaskan mereka dari penganiayaan,
membebaskan bumi mereka dari penjajah Israel serta untuk menghadang proyek
Zionisme yang didukung oleh kekuatan Imperialisme Modern.
Syaikh al Mujahid Ahmad Yasin,
Pendiri dan Tokoh Spiritual Hamas
Beliau adalah Ahmad Ismail Yasin, dilahirkan pada tahun 1938 di desa el Jaura
pinggiran el Mijdal, selatan Jalur Gaza. Mengungsi bersama keluarganya ke Jalur
Gaza setelah perang Palestina (nakbah) tahun 1948.
Mengalami kelumpuhan total sejak muda akibat kecelakaan dalam sebuah
aktifitas oleh raga.
Bekerja sebagai guru Bahasa Arab dan Tarbiyah Islamiyah, kemudian bertugas
sebagai khatib dan guru di masjid-masjid Gaza. Dalam masa penjajahan, dia
menjadi khatib paling populer di kalangan masyarakat Jalur Gaza karena
kekuatan argumennya dan keberaniannya dalam al haq (kebenaran).Menjadi
ketua perhimpunan Islam di Jalur Gaza.
Pada tahun 1983, Syaikh Ahmad Yasin ditangkap rezim Imperialis Israel atas
tuduhan memiliki senjata, membentuk pasukan militer dan menyerukan
pelenyapan eksistensi negara Yahudi. Karenanya, beliau dihadapkan ke
mahkamah militer Israel dan divonis 13 tahun penjara.
Pada tahun 1985, beliau dibebaskan dalam rangka pertukaran tahanan antara
pihak rezim Imperialis Israel dengan PFLL (Front Rakyat untuk Pembebasan
Palestina) - Pimpinan Umum, setelah mendekam 11 bulan dalam penjara rezim
Imperialis Israel.
Bersama para kativis perlawanan islam (islamiyun) Palestina, beliau mendirikan
organisasi perlawanan, Gerakan Perlawanan Islam ”Hamas” - Palestina, di Jalur
Gaza pada tahun 1987.
Pada akhir bulan Agustus 1988, militer Imperialis Israel menyerbu rumah
kediaman beliau di Gaza. Mereka melakukan pengeledahan dan mengancam
membuangnya di atas kursi roda yang beliau duduki sehari-hari ke Libanon.
Pada malam hari tanggal 17 Mei 1989, rezim Imperialis Israel kembali
menangkap Syaikh Ahmad Yasin berserta ratusan aktivis Gerakan Hamas, dalam
rangka upaya menghentikan perlawanan bersenjata yang terjadi ketika itu
dengan mengambil bentuk serangan dengan menggunakan as silah al abyadh
(senjata putih), yakni selain senjata api terhadap serdadu-serdadu Israel, warga
Yahudi serta penculikan terhadap agen-agen Israel.
Pada tanggal 16 Oktober 1991, mahkamah militer Imperialis Israel mengeluarkan
keputusan dengan memvonis Syaikh Ahmad Yasin berupa penjara seumur hidup
ditambah 15 tahun, setelah disodorkan daftar tuduhan sebanyak sembilan item.
Di antaranya seruan (provokasi) penculikan dan pembunuhan terhadap serdaduserdadu
Imperialis Israel, pendirian Gerakan Hamas beserta sayap militer dan
dinas keamanannya.
Di samping menderita kelumpuhan total, Syaikh Ahmad Yasin juga menderita
beberapa penyakit lain. Di antaranya, kebutaan di mata kirinya dan lemah
pandangan di mata kanannya akibat penyiksaan yang beliau alami saat menjalani
penyidikan, menderita radang telinga cukup kronis, alergi paru-paru, beberapa
penyakit dan peradangan dalam dan usus. Kondisi penahanan yang buruk yang
dialami Syaikh Ahmad Yasin menyebabkan merosotnya kondisi kesehatannya,
sehinggga harus dipindahkan ke rumah sakit beberapa kali. Kondisi kesehatan
Syaikh Ahmad Yasin terus menurun akibat penahanan dan tidak adanya
pelayanan kesehatan yang memadai.
Pada tanggal 13 Desember 1992, sekelompok sukarelawan berani mati (fida’i)
dari Brigade Izzuddin al Qassam menculik seorang serdadu militer Imperialis
Israel. Brigade Izzuddin al Qassam menuntut pelepasan serdadu Israel tersebut
dengan kompensasi pembebasan Syaikh Ahmad Yasin dan beberapa tawanan di
penjara rezim Imperialis Israel, di antara mereka ada sedang menderita sakit,
orang lanjut usia serta beberapa tawanan Arab yang ditangkap militer Imperialis
Israel di Lebanon. Namun pihak Imperialis Israel menolak tuntutan tersebut,
bahkan balik melancarkan serangan ke lokasi penahanan serdadu Israel tersebut,
sehingga menyebabkan kematiannya serta kematian komandan kesatuan
penyerangan pasukan Imperialis Israel dalam penyerangan tersebut, sebelum
syahidnya para pahlawan sukarelawan berani mati di dalam rumah yang berlokasi
di desa Beir Nebala, dekat Jerusalem.
Rabu pagi, tanggal 1 Oktober 1997, Syaikh Ahmad Yasin dibebaskan berkat
perjanjian yang berlangsung antara Jordania dan rezim Imperialis Israel, dengan
kompensasi penyerahan dua agen (antek) Zionis yang tertangkap di Jordan
setelah mereka gagal dalam upaya pembunuhan terhadap al-Akh Khalid Misy'al,
Kepala Biro Politik Hamas di Amman.
Senin, 22 Maret 2004, pesawat-pesawat tempur milik Israel, membidik seorang
tua yang didorong di atas kursi roda, usai menunaikan Shalat Subuh di sebuah
masjid di Desa el-Sobra, Gaza. Dengan melepaskan tiga rudal dari pesawat heli
itu, pemimpin dan pendiri Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Syeikh Ahmad
Yasin (1936-2004), ditembak secara biadab oleh pasukan Zionis Israel. Ikut
menjadi korban meninggal dunia lainnya adalah Mukmin Al-Yazori (28 tahun),
Amer Ahmad Abdul 'Al (25 tahun), Rateb Abdurrahman Al-'Alon (52 tahun),
Khumaes Sami Mushtahi (32 tahun), Rabe Abdul Hayyi Abdul Al (15 tahun) dan
empat lainnya yang belum diketahui identitasnya. Sementara ada 16 lainnya
terluka, diantarannya dua anak Syeikh Yasin, Abdul Hamed dan Abdul Ghani
serta seorang pemuda lagi dari keluarga Zaqut.
Di copy-paste (baca selanjutnya di sini untuk tokoh-tokoh yang lain)
"Akan sentiasa ada segolongan dari umatku yang menegakkan kebenaran dan berjuang menentang musuh mereka, barangsiapa yang cuba menghampakan mereka, tidak sekali-sekali akan dapat melukakan mereka mahupun oleh kesusahan yang menimpa mereka, sehingga datang keputusan Allah, dan mereka akan tetap sedemikian". Maka para sahabat bertanya "Wahai Rasulullah, di manakah mereka ini?" Sabda Baginda, "Mereka berada DI BAITUL MAQDIS dan SEKITAR BAITUL MAQDIS."
"Golongan ini akan tetap menegakkan kebenaran sehingga pejuang yang terakhir di antara mereka akan berjuang menentang Al Masih Ad-Dajjal"- Hadith
LA YADHURRUHUM MAN KHALAFAHUM
HATTA YAKTIYAHUM AMRULLAH!
Cahaya Islam tak pernah dan tak mungkin padam, itu janji Allah. Cuma gerhana yang bertandang, petanda lemahnya umat yang mendokong agama ini. Muhasabah diri , jika bukan kita yang membela agama sendiri, siapa lagi??!!
Semoga Allah kurniakan ganjaran syahid buat semua yang berjuang dengan ikhlas di jalanNya. Ameen
Wallahua'lam
Sungguh ukhwah itu terlalu indah,
Dalam kesibukan, kadangkala ia pudar,
Kembali ceria pabila kita bersama,
Sahabat, semoga kita berjaya,
Mengharung cabaran di hari muka...
Tanggal 20 Mac 2008, hari Khamis yang lalu, kami (batch 2004) dapat meluangkan masa berehlah bersama. Kami memilih Kota Dekapolis Jerash sebagai destinasi. Meskipun ada antara kami yang telah menjejakkan kaki ke Jerash 4-5 kali, namun manakan sama rehlah pada kali ini apabila kami semua dapat berkumpul bersama. Kami semua seramai 13 orang (kecuali Putri, Alia dan Sumi yang tidak dapat pergi bersama) bertolak pada jam kira-kira 8.00 pagi menaiki bas dari Mujama' Amman dan tiba di Jerash kira-kira 40 minit selepas itu. Kami memilih 'port' untuk berkelah. Jika di Malaysia, pastinya kawasan-kawasan di tepi sungai atau laut menjadi pilihan. Namun jika berada di JOrdan, memadailah bunga-bunga yang sedang mekar di sekeliling yang menjadi penyejuk mata kami yang berkelah di situ.
"You are the path of your walk" (cecece)
Tapak per'kelahan'Banyak juga makanan yang dibawa. Semua orang pegang satu benda/lebih. Lantaklah makcik dan pakcik arab ni nak kata apa.. Antara menu pada pagi itu; nasi lemak, pai, cheese cake, apam gula hangus, karipap, quinchi (correct me plz), pop corn dan air sirap. (ada yang miss x??). Alhamdulillah sungguh mengenyangkan.
Quinchi made by cik ***** (eja betul ke?) (sedap3 walaupun first try! kitorang jadi bahan eksperimen cik *****)Selepas perut diisi, kami meneruskan perjalanan untuk menjelajah Kota Jerash tersebut. Cuaca begitu terik tidak kami hiraukan. Meriah bergambar bersama, kalau boleh setiap saat tidak mahu terlepas untuk diabadikan dalam kamera. Antara shot-shot menarik turut disertakan di sini.
Ramai juga pelancong pada hari tersebut. Jepun, China, Lebanon, Indonesia dan negara-negara lain. Kami terus berjalan di dalam kota tersebut sehingga kira-kira lebih jam 11. Semua pun dah mula rasa nak balik. (tiba-tiba teringat buku kat rumah ke..?). Dalam keterikan panas tengahari kami yang 13 orang ni (lagi 3 orang tak dapat ikut), pulang dengan hati yang puas, dan stomach yang full walaupun banyak lagi makanan yang tak dapat dihabiskan..
Lecture On diary













